Kurang lebih begini ceritanya, ada dua orang pemuda yang hidup di sebuah kota. Kedua pemuda itu adalah kakak dan adik alias bersaudara. Sayangnya, walaupun mereka bersaudara, mereka mempunyai kehidupan yang berbeda. Sang kakak lebih suka hidup foya-foya. Kakak berpendapat bahwa hidup itu harus senang, mumpung masih muda, mumpung masih kuat kemana-mana. tak ayal sang kakak pun akhirnya menghabiskan hari-harinya dengan bersenang-senang. Main judi, minum miras, merokok, pergi ke klub-klub malam, pergi ke tempat-tempat hiburan, main perempuan. sudah tak terhitung lagi kemaksiatan-kemaksiatan yang dilakukan oleh sang kakak. Semua orang pun tahu bahwa tentang perilaku sang kakak yang seperti itu.
Berbanding terbalik dengan si adik. Si adik ternyata adalah muadzin di sebuah masjid dekat rumahnya. Si
adik rajin berpuasa sunnah. Si adik juga tidak pernah telat dalam hal sholat berjamaah. Si adik juga rajin memberi sedekah kepada orang yang fakir miskin. Si adik juga rajin menghadiri masjelis-majelis dzikir. Begitulah, orang- orang pun mengenal si adik ini sebagai anak yang sholeh.
Sampai pada suatu saat, sang kakak ini mulai berpikir tentang kehidupannya. Sang kakak mulai bosan dengan apa yang selama ini dia lakukan, seakan terjadi kekosongan yang sedang melanda dirinya. Dalam kesendirian, sang kakak pun mulai berpikir, dia hidup di dunia ini sekian lama, hanya untuk bersenang-senang, bermaksiat, dan tidak pernah sedikitpun berbuat kebaikan satu pun. Tidak terbayangkan betapa rupanya nanti di akhirat seperti apa. Maha Kuasa Allah yang akhirnya memberi hidayah kepadanya. sang kakak pun memutuskan keesokan harinya akan pergi menemui si adik dan mengajaknya ke masjid untuk sekali aja mencoba beribadah.
Begitu pula yang terjadi pada sang adik. Rupa-rupanya syaitan telah mulai melancarkan serangan yang efektif kepada sang adik. Bisikan-bisikan syaitan kepada sang adik untuk berbuat maksiat mulai membuahkan hasil. Sang adik mulai usil pikirannya. "Ah, sudah sekian lama aku beribadah, sudah sekian lama aku berbuat baik, sudah sekian lama pula aku menjalankan berbagai perintah Allah. Mungkin sesekali berbuat maksiat tidak apa kali yah, cuma sedikit aja deh, sekali-sekali kan ndak apa" begitulah pikiran dari si adik. akhirnya si adik pun memutuskan untuk melakukannya keesokan harinya.
Esok harinya, selepas sholat maghrib, si adik pun tidak biasanya langsung meninggalkan masjid, langsung berdandan rapi di kamar, dan bergeegas pergi untuk menemui kakaknya. Sesampainya di tempat kakaknya, si adik tidak menemukan kakaknya, akhirnya si adik pun pergi sendirian ke diskotek tempat kakaknya biasa nongkrong, sampai disana, ternyata kakaknya juga tidak ada, hanya ada teman-teman kakaknya, tanpa pikir panjang lagi, si adik pun langsung ikut dalam euforia kemaksiatan di diskotek itu, minum alkohol, terus berjoget, dan sampai berzina.
Mari beralih pada sang kakak. singkat cerita, selepas maghrib, sang kakak ternyata juga pergi untuk menemui si adik. Sang kakak berniat untuk minta bimbingan serta teman pada si adik untuk beribadah dan bertobat. Sesampainya di tempat si adik, ternyata si adik tidak bisa ia temui. Karena sudah bertekad bulat, Sang kakak pun memutuskan untuk pergi ke masjid tempat adik biasa beribadah. ternyata disana tidak ia temui si adik. Akhirnya sang kakak pun langsung mengambil air wudhlu, dan menunaikan sholat dua rokaat. dalam sholat itu, Sang kakak seperti menemukan kembali kedamaian, menemukan kembali dirinya. Sang kakak pun menitikkan air mata dalam sholat itu, merasa sangat menyesal dan merasa malu kepada Allah yang telah ia lupakan dan tidak pernah ia ingat selama bertahun-tahun. Tidak kuasa rasanya dan malu sekali rasanya menghadap kembali untuk memohon ampunan. Sang kakak pun bertekad untuk bertobat selama-lamanya dalam sholat yang lama itu.
Tidak lama kemudian, malam itu juga, terjadilah gempa bumi yang dahsyat di kota itu. sehingga semua bangunan yang berdiri menjadi rata dengan tanah, tidak terkecuali diskotek dan masjid itu. Ratusan orang menjadi korban dalam kejadian itu. Tidak lama kemudian tim SAR dibantu dengan para warga sekitar kota yang tidak terkena bencana saling membantu untuk mengevakuasi korban. Sampai ketika pada akhirnya mereka menemukan sang kakak yang mereka kenal sebagai ahli maksiat, ternyata meninggal dalam keadaan bersujud di reruntuhan masjid, dan si adik yang terkenal sebagai ahli ibadah, mati dalam posisi sedang berzina dengan wanita. subhanallah.
apakah yang dapat kita ambil pelajaran dari kisah di atas ? Ya, benar sekali, bahwa kita jangan sekali-kali mencoba, atau terjun ke dalam jurang kemaksiatan. Jangan sekali-kali meremehkan kemaksiatan atau keburukan walau itu kecil, karena kalau sudah seperti di atas, fatal sekali. Kita tidak pernah tahu kapan umur kita selesai, kita tidak pernah tahu kapan dan dalam posisi apa kita akan didatangi malaikat izrail. Bagi kita yang sedang dalam kebaikan dan keimanan, istiqomahlah di jalan itu, jangan sekali-kali mencoba untuk keluar dan bermaksiat, bagi sebagian dari kita yang sedang bermaksiat, segeralah bertobat kawan, karena Allah masih memberimu kesempatan untuk bertobat dan Allah maha menerima tobat seorang hambaNya. kita tidak pernah tahu sampai kapan Allah memberi kita kesempatan untuk bertobat, kita juga tidak pernah tahu sampai kapan usia kita di dunia ini. ya Allah , istiqomahkan kami di Jalan Mu, dan bukalah pintu hati kami, serta berikanlah hidayah Mu kepada kami yang lemah ini. aamiin . . .13x
No comments:
Post a Comment