Wednesday, October 30, 2013

Salah Satu Cara Sukses dalam Kehidupan

Kehidupan, dengan segala kerumitannya, dengan segala kesederhanaannya, memaksa kita untuk belajar. Belajar bagaimana mengarungi hidup yang benar, belajar bagaimana untuk menjalani kehidupan ini dengan baik dan benar, belajar untuk sukses dan "selamat" dalam menjalani kehidupan ini. Ada banyak sekali cara untuk dapat meraih kesuksesan dan keselamatan dalam menjalani kehidupan. salah satu dari cara atau tips yang paling utama supaya sukses dan selamat dalam hidup ini adalah dengan lisan. Loh, kok bisa ? tentu bisa, bahkan para ulama pun memprioritaskan kajian tentang akhlak  dan adab menjaga lisan ini.
Lisan menjadi salah satu dari titik
yang menjadi peluang syaitan untuk masuk. Ada 3 titik utama yang sering menjadi jalan masuk syaitan dalam menggoda manusia, dimana aja titik itu ? kalo diurut dari atas ke bawah kira-kira urutannya seperti ini :
1. Mata
2. Mulut
3. Farji (kemaluan)
ketiganya merupakan salah tiga dari beberapa lubang pada tubuh manusia. Untuk penjelasannya kira-kira seperti ini. Mata, menjadi salah satu titik yang dimanfaatkan syaitan untuk menggoda manusia, melalui mata, manusia bisa tahu hal-hal negatif, melalui mata, manusia bisa dibangkitkan niat jahatnya, nafsu negatifnya, keserakahannya, dan nafsu lainnya. Mata menjadi salah satu indera yang penting dan harus dijaga. Bahkan dalam Islam sendiri ada istilah Ghodul Bashor atau menundukkan pandangan, hal ini bukan tanpa sebab tentunya. Ya, karena memang melalui mata syaitan bisa menggoda dan menjerumuskan manusia tentang kehidupan duniawi.
Kemudian Farji atau kemaluan, hal ini tentu hampir semua orang sepakat untuk dijaga. Dijaga kesuciannya, dijaga kehormatannya, dijaga kesehatannya, dan dijaga kebersihannya. Farji menjadi salah satu titik yang menjadi favorit syaitan karena Farji ini menimbulkan nafsu syahwat, yang sudah secara fitrah ada dalam diri manusia. Baik laki-laki maupun perempuan menjadi sasaran empuk dari ini. Tentu saja syaitan tidak langsung menjebak manusia pada farji ini, biasanya secara halus, mulai dari menimbulkan ketertarikan ke lawan jenis (bahkan ke sesama jenis), kemudian mulai melakukan pedekate, kemudian pacaran, saling pegangan, dan seterusnya sampai berakhir di perzinahan. na'udzubillahi min dzalik, semoga kita terhindar dari hal-hal tersebut.
Kemudian yang terakhir, MULUT. Mulut merupakan lubang terbesar diantara ketiga titik yang disebutkan tadi. Mulut menjadi titik yang paling harus dijaga. bahkan boleh dibilang kalau mulutnya "baik", maka bisa menjadi baik seluruh nya atau kehidupannya. Bisa menjaga mulut berarti, bisa menjaga kehidupannya. Mulut yang tidak terjaga akan mengakibatkan celaka dan ketidakselamatan.
Nah, kok bisa ? sekarang pertanyaannya, bukankah ada dalil yang menyatakan bahwa ada segumpal daging dalam tubuh manusia yang bernama hati, ketika baik segumpal daging tersebut maka baik seluruh tubuhnya, ketika buruk segumpal daging itu, maka akan buruk pula seluruhnya. bukankah disitu dinyatakan bahwa yang harus dijaga justru hati, bukan mulut ? kok bertentangan ? baik, sebenarnya tidak bertentangan. bahkan dalam Alqur'an pun dijelaskan tentang pentingnya menjaga lisan ini. Yakni di dalam Al Qur’an surat Qoof ayat 18
"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir".
Di ayat tersebut dijelaskan bahwa segala perkataan yang keluar dari mulut kita, baik atau burk, semuanya, tidak pernah terlepas atau luput dari pantauan dan pencatatan malaikat penjaga. Setiap yang keluar dari mulut kita keras ataupun lirih, apapun itu, semuanya tercatat dan terawasi oleh malaikat tersebut. hal ini dikuatkan dengan surat al fajr ayat 14
"Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi".
Allah benar-benar mengawasi dan tidak ada satupun yang terlewat atau lolos dari pengawasan Allah, kesimpulan dari dalil tersebut, bahwa mulut menjadi sangat penting untuk dijaga, karena Allah sangat mengawasi dan memantaunya.
lalu hubungannya dengan Hati yang harus dijaga bagaimana ? jadi, apa yang ada di hati, memang benar bisa menimbulkan keburukan kepada seluruh tubuh dan kehidupan. akan tetapi, ketika sesuatu keburukan itu masih sebatas ada di dalam hati, maka hal itu menjadi tidak begitu berbahaya. Bukankah Allah tidak memberi dosa orang yang hanya berniat buruk ? Allah tidak memberi dosa pada keburukan yang hanya ada di dalam hati. Apa yang ada di dalam hati, menjadi berdampak baik atau buruk ketika sudah "keluar", baik itu melalui mulut atau pun perbuatan. Sebagai contoh, ketika kita tahu teman kita sebenarnya adalah orang yang berperilaku buruk, kemudian suatu saat saudara kita sedang membicarakan orang tersebut, memuji-muji orang tersebut, tentu di hati akan terbersit memberitahukan tentang sebenarnya orang tersebut tidak sebaik yang disangka, bahwa orang tersebut buruk, dst. maka ketika itu hanya ada dalam hati saja, tidak akan menjadi bahaya dosa. Beda cerita ketika apa yang menjadi keinginan hati tidak terkontrol, kemudian kita nyerocos aja membicarakan keburukan orang tersebut, maka disitulah baru menjadi bahaya. Itulah salah satu bahaya dari mulut.
Overall, maka seyogyanya kita senantiasa menjaga ucapan kita, menjaga lisan kita. Tidak sembarangan berbicara, berhati-hati dalam berkata-kata. Semua yang keluar dari mulut kita tercatat oleh malaikat penjaga, semua yang kita ucapkan baik atau buruk, tercatat oleh malaikat. ucapan kita bisa lebih hebat daripada pedang sekalipun dalam menyakiti orang atau memecah belah suatu kaum. bahkan ucapan kita juga lebih hebat dari tangan atau harta dalam menolong orang lain. Oleh karena itu, mari kita jaga lisan ini, mari kita ucapkan yang baik dari lisan ini, mari kita biasakan berkata baik sehingga kebaikan-kebaikan lain pun akan datang kepada kita. aamiin. :)

No comments:

Post a Comment