Kala itu, berita mengenai kedahsyatan Al Quran menggema di Makkah. Kaum Kafir Quraisy pun cemas. Bahkan orang sekaliber dan sekeras Umar bin Khattab pun luluh dengan Quran, hingga berpaling 180 derajat. Berpaling dari kekafiran menuju ajaran tauhid yg disampaikan Nabi Muhammad saw.
Banyak yang terpukau dengan tutur Al Quran. Banyak yang tergetar hatinya mendengar ayat-ayat suci Ilahi. Yang awalnya menyembah berhala menjadi pejuang agama Allah.
Kaum Kafir Quraisy resah. Kampanye hitam pun menjadi jurus mereka. Kampanye hitam terhadap Al Quran, bahwa Al Quran tak lain adalah perkataan manusia biasa yang diajarkan pada Muhammad (saw). Al Quran hanyalah ucapan-ucapan biasa, tak ada yang istimewa.. Isu itu akhirnya mereka lancarkan ke seluruh penjuru..
.... Kemudian


