Sunday, December 9, 2012

Secangkir "teh hangat" di Pagi Hari

Pagi yang indah, dimana aku mendapat pelajaran berharga hari ini. Ahad, 9 desember 2012. ba'da shubuh, aku mendapat pelajaran berharga tentang betapa berharganya berjuang untuk perubahan. Berawal dari malam minggu, kami kedatangan tamu orang tua salah satu temanku yang mengunjungi tempat tinggal kami alias pesantren tempat kami. dari beliaulah aku mendapat pelajaran berharga. yang mungkin tidak bisa aku dapatkan di tempat lain.

Ba'da sholat shubuh, seperti biasa, kami melakukan kebiasaan rutin kami, berdzikir wirdul lathif bersama. Setelah itu. pengasuh pesantren kami memberi sedikit pengumuman tentang agenda kami sehari itu, ya, olahraga dan makan bersama, seteah itu ada sedikit testimoni dari orang tua temanku itu. 

Beliau menuturkan, bahwa beliau merasa tidak salah menitipkan anaknya ke tempat kami. ya, pada awal
statement beliau melambungkan asa kami. in next statement, beliau dengan halus memberikan saran (atau lebih tepatnya kritik) yang sangat tajam kepada kami, kritik tentang hal yang kalo boleh saya bilang hal yang fundamental. Ya, seakan sia-sia dan tidak ada apa-apanya statement awal yang melambungkan asa kami tadi. beliau mengungkapkan seluruh masalah-masalah yang seharusnya itu tidak terjadi pada kami dan itu terjadi pada kami. masalah yang bisa diatasi anak SD tapi kami malah membuat masalah itu. asa kami yang melambung seketika jatuh ke dasar bumi dan hancur berantakan. 

Sesi berikutnya, giliran pengasuh kami memberi tanggapan. Tanggapan pengasuh cukup positif dan memang memberi cambuk pada kami sebagai santri. tanggapan yang paling bikin aku tersentak adalah, "ya, sebagai mahasiswa, yang katanya agen perubahan, maka tidak sepantasnya ketika mengetahui masalah itu, malah lari menjauh, malah menjauhkan diri dari hal tersebut kerna merasa dirinya tidak berkembang ketika berada di masalah itu, sebagai mahasiswa, maka sudah sepatutnya justru kita bertahan di tempat itu, untuk merubah hal yang tidak seharusnya tadi, menjadi yang seharusnya". selanjutnya orangtua temanku tadi mengiyakan, dan menyatakan berubah pikiran setelah mendapat petuah dari pengasuh kami. beliau mengatakan bahwa pada awalnya akan memindahkan putranya itu untuk tinggal di tempat lain saja. agar bisa jauh dari permasalahan itu. tapi akhirnya beliau memutuskan bahwa anaknya akan tetap disitu, beliau mengakui, memang seharusnya kita tidak lari atau menghindar dari permasalahan itu, tapi harus kita rubah.

Itulah sedikit pelajaran yang bisa kita ambil. ketika kita menghadapi permasalahan, baik itu yang datang dengan sengaja atau tidak, baik itu yang datang secara langsung atau tidak, bagaimanapun juga itulah yang kita hadapi. maka seyogyanya kita hadapi, walaupun memang itu membuat kenyamanan kita terganggu, membuat aaktivitas kita terganggu, membuat pikiran kita terganggu, atau bahkan harga diri kita terusik. Ya, kita harus tetap berdiri dan menghadapinya. bisa jadi, Allah mengirim kita kepada masalah itu, karena kita mampu untuk menyelesaikannya, karena kita lah orang yang tepat untuk menyelesaikan nya. atau bisa jadi, itulah cara Allah mendidik kita agar bisa lebih dewasa, agar bisa menghadapi masalah di kehidupan nantinya, agar kita mau belajar dari apa yang telah ada di hadapan kita. bisa jadi juga, itulah peringatan Allah kepada kita. Nah, kalau sudah begini, maka tidak ada pilihan lagi selain menghadapi hal tersebut.

Aku disini menceritakan semua ini, bukan berarti aku yang paling bisa seperti itu. Ini aku, manusia yang jauh dari sempurna, disini aku mengajak kepada pembaca serta teman-teman semua untuk bisa dan berusaha bersikap seperti itu. Sangat Idealis, ya memang, tapi idealis itu bukan berarti mustahil untuk kita lakukan. setidaknya ini sebagai salah satu acuan dalam prinsip hidup kita. Inilah "teh hangat" pembuka pagiku yang luar biasa hari ini.  semoga bermanfaat. 

No comments:

Post a Comment