Wednesday, October 17, 2012

Mengapa kita diberi amanah sebagai Khalifah?

 Tentu banyak dari kita yang mengetahui tentang kisah seorang wanita pelacur yang masuk surga hanya karena amal pernah memberi minum kepada anjing yang kehausan, berikut kisahnya,
Pada suatu hari, dalam suatu majelis, seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai, Rasulullah. Apakah hanya orang-orang ahli ibadah saja yang akan masuk surga?”
Dengan tegas Rasulullah menjawab, “Tidak. Sesungguhnya, seseorang itu masuk surga bukan semata-mata karena ibadahnya, melainkan karena ketulusan cintanya kepada Allah.”
Penasaran, orang itu bertanya lagi,
“Apa itu berarti... hanya para aulia dan alim-ulama saja yang akan masuk surga?”
Rasulullah kembali menegaskan, “Tidak, bukan begitu. Karena sesungguhnya telah ada seorang pelacur yang masuk ke surga.”
Keruan saja semua yang hadir di majelis itu jadi kaget dan bertanya-tanya. Maka Rasulullah lalu menceritakan mengenai pelacur itu.
Suatu hari, di tengah suatu musim kemarau yang amat kering, tutur Rasulullah, ada seekor anjing liar yang hampir mati kehausan. Anjing ini amat buruk rupanya dan penuh kudis badannya. Karena amat hausnya, anjing itu sampai menjilat-jilat tanah lembab di depan rumah seorang ulama terkenal. Melihat makhluk menjijikkan itu, si ulama segera mengusirnya dan bahkan melemparinya dengan batu.

Anjing itu lari ketakutan sampai ke luar desa, dan akhirnya – karena lelah dan kehausan – hewan malang itu ambruk di pinggir sumur. Nampaknya, tak ada harapan lagi buat anjing itu. Dia pasti mati kalau tidak segera mendapatkan minum. Namun di saat kritis itu, lewat seorang pelacur. Ia melihat anjing itu, terbaring putus asa dengan lidah terjulur dan napas tersengal-sengal, dan ia merasa iba. Maka, ia lalu melepas terompahnya (alas kakinya) dan merobek gaunnya. Dengan sobekan gaun dan terompah itu ia lantas membuat timba untuk mengambil air dari sumur, lalu memberi anjing itu minum.
Setelah puas minum, anjing itu sehat kembali dan lantas pergi. Si Pelacur merasa gembira melihat anjing itu tidak jadi mati kehausan. Melihat apa yang telah diperbuat oleh hamba-Nya yang pelacur itu, Allah mengatakan kepada malaikatnya: “Catatlah hamba-Ku itu. Dia adalah salah satu hamba-Ku yang akan masuk surga pertama.”
“Subhanallah...!” puji orang-orang yang hadir dalam majelis itu, dengan harapan baru tumbuh dalam hati mereka akan kasih sayang Allah.

dari kisah ini dapat kita ambil pelajaran, bahwa menolong atau bersikap kasih sayang dengan hewan atau makhluk hidup lain di sekitar kita adalah suatu amalan yang tidak kalah baik. Dalam kisah tersebut, betapa Allah sangat menghargai kebaikan si pelacur dan memasukkannya ke surga.
hewan, tumbuhan atau apapun di sekitar kita, juga mempunyai hak untuk dirawat. sebagai hamba yang oleh Allah diamanahi menjadi sekaligus khalifah di bumi ini, maka wajib hukumnya bagi manusia itu sendiri untuk membuat kondisi keseimbangan. sebenarnya hal ini tidak lah terlalu rumit, sederhananya begini, kita, manusia diciptakan mempunyai kelebihan bisa berpikir ke depan, bisa membuat segala macam yang tidak bisa dilakukan makhluk hidup yang lain. manusia dikaruniai akal pikiran untuk membuat perubahan di dunia ini. nah kelebihan itu berpotensi pada 2 hal, membuat kerusakan di dunia ini, atau membuat kebaikan di dunia ini. Maka, ketika tidak ada amanah khalifah atau sebagai yang diberi emban untuk memimpin ke arah yang labih baik, bisa dibayangkan bagaimana jadinya kerusakan yang akan terjadi. oleh karena itulah, selain sikap kepada sesama manusia dan kepada Allah Sang Pencipta, maka sikap terhadap alam atau lingkungan sekitar, baik itu hewan tumbuhan atau yang lainnnya, juga perlu kita perhatikan. semoga kita tidak termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. aamiiin...

No comments:

Post a Comment